Contoh Bab 1 Proposal Skripsi: Struktur dan Cara Menyusun
Bab 1 bukan sekadar pembuka. Bagian ini meyakinkan pembaca bahwa masalah penelitian nyata, cukup penting untuk dikaji, dan dapat dijawab dengan rencana yang masuk akal. Karena format tiap program studi dapat berbeda, gunakan contoh Bab 1 proposal skripsi berikut sebagai kerangka berpikir—bukan templat yang disalin mentah.
Apa saja isi Bab 1 proposal skripsi?
Umumnya Bab I memuat latar belakang, rumusan atau pertanyaan penelitian, tujuan, dan manfaat penelitian. Panduan penulisan proposal skripsi Universitas Ciputra juga mencantumkan sistematika penulisan. Sementara itu, panduan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret merinci latar belakang, rumusan masalah, tujuan, serta manfaat, dengan latar belakang yang didukung bukti ilmiah. Susunan subbab dan namanya dapat berubah sesuai disiplin ilmu maupun pedoman kampus.
1. Latar belakang: susun alur, bukan tumpukan kutipan
Mulailah dari konteks umum, lalu persempit ke masalah khusus yang ingin diteliti. Alur praktisnya:
- Kenalkan fenomena atau kondisi yang relevan dengan topik.
- Tunjukkan masalah menggunakan bukti yang dapat diperiksa—misalnya laporan resmi, data institusi yang diizinkan, observasi awal, atau penelitian terdahulu.
- Ringkas apa yang sudah diketahui dan jelaskan celah atau aspek yang belum terjawab.
- Terangkan mengapa celah tersebut penting diteliti pada objek, lokasi, atau periode yang kamu pilih.
- Tutup dengan arah penelitian dan batas fokusnya.
Setiap data harus punya sumber dan konteks. Jangan mengubah dugaan menjadi fakta atau menulis angka tanpa dokumen asal. Jika belum punya data awal, gunakan temuan pustaka yang benar-benar mendukung, atau bicarakan cara memperoleh data dengan pembimbing. Panduan UNS juga meminta alasan penelitian disokong bukti ilmiah, bukan hanya ketertarikan pribadi.
2. Rumusan masalah: ubah isu menjadi pertanyaan
Pertanyaan penelitian harus spesifik, bisa dijawab dengan data, dan sejalan dengan latar belakang. Hindari pertanyaan luas seperti “Bagaimana teknologi memengaruhi pendidikan?” Persempit variabel, subjek, tempat, atau pengalaman yang ditelaah. Panduan UNS menyarankan rumusan berbentuk pertanyaan; panduan Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Darma menunjukkan bahwa istilah subbab bisa berbeda: penelitian kuantitatif dapat memakai pertanyaan penelitian, sedangkan penelitian kualitatif juga dapat memuat fokus penelitian.
3. Tujuan dan manfaat: pastikan keduanya nyambung
Tujuan adalah tindakan atau capaian yang menjawab rumusan masalah. Jika pertanyaannya memakai “bagaimana”, tujuan dapat berupa “mendeskripsikan” atau “menganalisis”; jika menanyakan hubungan/pengaruh, pastikan rancangan penelitian memang memungkinkan pengujian itu. Manfaat menjelaskan kontribusi yang masuk akal: teoretis bagi kajian ilmu dan praktis bagi pihak terkait. Hindari janji berlebihan seperti “menyelesaikan seluruh masalah”.
Contoh kerangka Bab 1 proposal skripsi
Berikut ilustrasi hipotetis tentang pengalaman mahasiswa menggunakan aplikasi pencatat tugas. Ini kerangka pengisian, bukan temuan faktual; ganti bagian dalam kurung siku dengan informasi yang benar-benar kamu peroleh.
Latar belakang (alur contoh): “Mahasiswa mengelola tugas dari berbagai mata kuliah melalui [situasi atau media yang relevan]. Catatan awal berupa [jenis bukti, tanggal, dan konteks] menunjukkan [masalah yang benar-benar teramati]. Penelitian terdahulu oleh [penulis, tahun] membahas [temuan relevan], tetapi belum menjelaskan [celah spesifik] pada [kelompok/konteks]. Karena itu, penelitian ini berfokus pada pengalaman [subjek] menggunakan [aplikasi] untuk mengelola tugas di [lokasi/periode].”
Rumusan masalah: “Bagaimana pengalaman mahasiswa [kelompok yang jelas] menggunakan [aplikasi] untuk mengelola tugas kuliah di [konteks]?”
Tujuan penelitian: “Mendeskripsikan pengalaman mahasiswa [kelompok] menggunakan [aplikasi] dalam mengelola tugas kuliah di [konteks].”
Manfaat: “Secara teoretis, penelitian diharapkan menambah pembahasan tentang [konsep]. Secara praktis, hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi [pihak terkait] saat [keputusan atau perbaikan yang relevan].”
Perhatikan benang merahnya: pertanyaan menanyakan pengalaman; tujuan memakai kata kerja yang menjawabnya; manfaat tidak mengklaim dampak yang belum dibuktikan. Bila topikmu kuantitatif, sesuaikan contoh pertanyaan dan tujuan dengan variabel serta metode analisis.
Langkah penyusunan dan pemeriksaan akhir
Sebelum menulis panjang, buat tabel kerja sederhana: klaim atau masalah | bukti/sumber | celah | pertanyaan | tujuan | calon manfaat. Isi tiap kolom, lalu jadikan hubungan antarkolom sebagai kerangka paragraf. Setelah draf selesai, periksa:
- Apakah pembaca memahami masalah dan alasan penelitian dalam beberapa paragraf awal?
- Apakah sumber mendukung klaim yang dirujuk dan kutipan sudah dicatat untuk daftar pustaka?
- Apakah pertanyaan, tujuan, objek, serta metode mengarah ke hal yang sama?
- Apakah batasan topik cukup jelas dan realistis untuk skripsi S1?
Jangan terpaku pada jumlah halaman dari contoh internet. Panjang Bab 1 bergantung pada pedoman, kompleksitas topik, dan kebutuhan argumentasi; ikuti batas halaman jika prodi menetapkannya. Proposal umumnya memiliki Bab I sampai Bab III, tetapi struktur tidak seragam: Universitas Ciputra menguraikan tiga bab utama, sedangkan panduan Bina Darma turut mencantumkan Bab IV jadwal pelaksanaan. Karena itu, selalu cek pedoman prodi terbaru dan arahan dosen pembimbing sebelum memfinalkan subbab, format, maupun panjang naskah.
Referensi
- Universitas Ciputra, Panduan Menulis Proposal Skripsi Bagi Mahasiswa Semester Akhir.
- Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Panduan Penulisan Proposal Penelitian Skripsi.
- Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Darma, Panduan Penulisan Proposal Skripsi (2021).
